PROFIL KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA PADA MATERI BENTUK ALJABAR DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER SISWA KELAS SMP

  • Hieronimus Alezandro Pellokila Mahasiswa Pendidikan Matematika UNIMOR
Keywords: Profil Kemampuan, soal cerita matematika, Gender

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan profil kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika siswa laki-laki dan perempuan yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah pada siswa kelas VII A SMP Negeri Neonbat Kefamenanu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, subjek dalam penelitian ini diambil 6 orang siswa, 3 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan yang masing-masing berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Hasil dari penelitian ini berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa profil kemampuan siswa dalam menyelesaiakn soal cerita matematika pada materi bentuk aljabar ditinjau dari perbedaan gender siswa kelas VII A SMP Negeri Neonbat Kefamenanu adalah sebagai berikut: 1).Secara keseluruhan dalam menyelesaikan soal cerita matematika dengan menggunakan langkah pemecahan masalah Polya pada tingkat kemampuan siswa tinggi, sedang, dan rendah dapat dilihat bahwa siswa laki – laki lebih unggul dari siswa perempuan pada tingkat kemampuan matematika sedang dan rendah. 2).Pada siswa dengan tingkat kemampuan tinggi dapat dilihat bahwa kemampuan verbal siswa perempuan lebih baik dari pada siswa laki – laki. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Eleanor Maccoby dan Carol Jacklin (dalam Santrock, 2007: 99), menyimpulkan bahwa laki - laki memiliki kemampuan matematika dan visuospasial yang lebih baik, sedangkan perempuan lebih baik dalam kemampuan verbalnya.

References

Arends, Richard, I. (2013). Belajar Untuk Mengajar. Jakarta : Salemba Humanika.
Depdiknas.(2014). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia tentang Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah (Permen No. 59 tahun 2014). Jakarta: Depdiknas.
Departemen Pendidikan Nasional.(2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: Balai Pustaka.
Ekawati, A. dan Wulandari, S. (2011). Perbedaan Jenis Kelamin terhadap Kemampuan Siswa dalam MataPelajaran Matematika (StudiKasus SD).Jurnal Ilmu Sosial, 3(1).
Gunawan.(2015). Metode Penelitian Kualitatif, Teori Dan Praktik.Edisi I cetakan 3. Jakarta: Bumi Aksara.
Jawa, Y. D., & Mamoh, O. (2019). Analisis Kemampuan Matematika Siswa Smp Di Kefamenanu Dalam Menyelesaikan Soal Pisa.Prosidig CNPMP IV-hal.Pm29.
Mardjuki.(1999). Pembelajaran Soal Cerita dalam Matematika. Laporan Penelitian. Yogyakarta: FMIPA UNY.
Nahak.(2012). Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Kontekstual Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya Belajar Dan Kemampuan Matematika.Universitas Negeri Surabaya.
Nur, A. S., & Palobo, M. (2018). Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Ditinjau dari Perbedaan Gaya Kognitif dan Gender.Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 9 (2), 139-148.
Paridjo.(2006). Suatu Solusi Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika. Semarang: Universitas Terbuka. 2 (4), 33-39.
Polya, G. (2014), How To Solve It A New Aspect of Mathematical Method.New
Jersey: Princeton University Press.
Raharjo dan Astuti.(2011). PembelajaranSoal Cerita Operasi Hitung Campuran di Sekolah Dasar.
Santrock, John W. (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Wijaya.(2007). Pendidikan Remedial. Bandung: Rosdakarya.
Wulansari, A., & Rosyidi, A. H. (2014). Profil Pengetahuan Konseptual Siswa Smp Jenjang Menciptakan Pada Materi Segi Empat Dan Segitiga Berdasarkan Jenis Kelamin. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 3 (1), 26-33.
Yunarni, A., Dassa, A., & Asdar. (2015). Profil Pemahaman Notasi Aljabar Ditinjau Dari Kemampuan Verbal Siswa Di Kelas V Sekolah Dasar.Jurnal Daya Matematis, 3 (1), 1-9.
Published
2020-11-05