Eksplorasi Etnomatematika Model Ikat Ternak Masyarakat Dawan Dalam Pembelajaran Matematika Pada Materi Lingkaran

Main Article Content

Penina Marleny Kikhau
Dian S. Nenoliu
Ferdinandus Mone

Abstract

ABSTRAK


Matematika adalah salah satu bidang ilmu yang aplikasinya banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mempelajari matematika terdapat dua ruang lingkup yang diajarkan yaitu matematika yang diajarkan dalam jenjang pendidikan dan etnomatematika yang merupakan penerapan matematika dalam kelompok budaya. Penerapan budaya lokal dalam kegiatan pembelajaran dapat memudahkan siswa dalam belajar karena apa yang dipelajari langsung terkait dengan keseharian siswa. Masyarakat Nusa Tenggara Timur pada umumnya mengembangkan beberapa sistem pemeliharaan ternak, salah satunya adalah sistem semi intensif yaitu dengan cara ternak dipelihara di luar kandang dan diikat dibawah pohon. Budaya ikat ternak ini banyak dijumpai pada hampir seluruh masyarakat dawan yang tinggal di pinggiran kota sampai luar kota. Budaya ikat ternak pada masyarakat Dawan ini dapat diterapkan dalam lingkungan akademik sebagai pendekatan dalam pembelajaran matematika pada materi lingkaran. Penelitan ini bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada budaya ikat ternak masyarakat Dawan. Penelitian ini menggunakan metode etnografi. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan triangulasi data yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara lisan dan dokumentasi. Hasil eksplorasi menunjukkan model ikat ternak dapat digunakan dalam mempelajari lingkaran seperti unsur-unsur lingkaran, luas lingkaran, keliling lingkaran dan luas juring lingkaran


Kata kunci: Etnomatematika, Ikat Ternak, Pembelajaran Matematika.


 


ABSTRAK


Mathematics is one of the fields of science whose applications are often found in everyday life. In studying mathematics there are two scopes that are taught namely mathematics taught in education and ethnomatematics which is the application of mathematics in cultural groups. The application of local culture in learning activities can facilitate students in learning because what is learned is directly related to students' daily lives. The people of East Nusa Tenggara in general develop several livestock raising systems, one of which is a semi-intensive system that is by raising animals outside cages and tied under trees. This animal-bound culture is often found in almost all of the Dawan communities who live on the outskirts of the city until out of town. Cattle culture in the Dawan community can be applied in an academic environment as an approach in learning mathematics in circle material. This research aims to explore ethnomatematics in the Dawan cattle-bound culture. This research uses ethnographic methods. The data in this study were obtained using triangulation of data obtained through field observations, oral interviews and documentation. Exploration results show that the cattle bundle model can be used in studying circles such as circle elements, circle area and circle circumference.
Keywords: Ethnomatematics; binding cattle; Mathematics Learning.

Article Details

Section
Articles

References

DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, A.S. (2016). Ethnomathematics in perspective of sundanese Culture. Journal on Mathematics Education.: 8[1], (pp: 1-16).

Falahudin I. (2014). Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran. Lingkar widyaswara:; 1[4]: (pp: 104-117)

Fitriatien S. (2017). Pembelajaran Berbasis Etnomatematika. Conference paper: Seminar Nasional Pendidikan Matematika Ikatan Alumni S3 Pendidikan Matematika, Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya. Volume 2016

Funan, F.X & Mamoh, O. (2019). Eksplorasi etnomatematika uem le’u Insana dalam kaitanya dengan konsep geometri. Range: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), (pp, 63-76)

Gerdes, P. (2011). African basketry: Interweaving art and mathematics in Mozambique, Bridges: Mathematics, Music, Art, Architecture, Culture.

Haryanto, Nusantara T, Subanji. (2015). Etnomatematika pada noken masyarakat papua. Prossiding Seminar nasional matematika dan pendidikan matematika UNY. (pp: 1177 – 1184)

Kou D & Deda Y.P (2020). Eksplorasi etnomatematika acara adat Thelas keta pada masyarakat noemuti. Range: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1), (pp.1-7)

Marchis, I. (2009). Symmetry and interculturality. Acta Didactica Napocensia.. Vol. 2.

Putri L. (2017). Eksplorasi Etnomatematika Kesenian Rebana Sebagai Sumber Belajar Matematika pada Jenjang MI. Pendidikan Dasar.. 4[1] (pp.21 – 31)

Risdiyanti I & Prahmana R. (2018). Etnomatematika: Eksplorasi Dalam Permainan Trdisional Jawa. Journal of Medivies: 2[1], (pp: 1-11)

Sardjiyo. (2005). Pembelajaran berbasis budaya: model inovasi pembelajaran dan implementasi kurikulum berbasis kompetensi. Jurnal pendidikani. 6[2], (pp: 83 -98)

Shuaibu, G. Mathematics in Hausa culture: some examples from Kano State-Nigeria. IOSR Journal of Mathematics [IOSR-JM] 2014. 10[2] Ver. II , (pp:167-171)

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. PT Rineka Cipta. Jakarta.

Suhana C. (2014). Konsep Strategi pembelajaran. Refika Aditama.

Supriyanti., Mastur Z., Sugiman.( 2015). Keefektifan model pembelajaran arias berbasis etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII. Unnes Journal of Mathematics Education. 4 [2], (pp: 134 – 141)

Thalib C & Siregar AR. (1984). Ternak Ternak Bali di Timor Nusa Tenggara Timur. Wartazoa. 1 [3], (pp:1 – 7)

Ubayanti C.S. (2016). Eksplorasi etnomatematika pada sero [set net]: budaya masyarakat kokas Fakfak Papua Barat. Jurnal ilmiah matematika dan pembelajarannya. 2[1], (pp:12 – 17)

Wahyuni A. (2013). Peran etnomatematika dalam membangun karakter bangsa. Makalah Disajikan Dalam Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Wiratmojo,P dan Sasonohardjo. (2002). Media Pembelajaran Bahan Ajar Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Pertama, Lembaga Administrasi Negara.

Yusuf M.W., Saidu I., Halliru A. (2010). Ethnomathematics A case of Wasakwakwalwa [Hausa culture puzzles] in Northern Nigeria. International Journal of Basic & Applied Sciences IJBAS-IJENS.10(1)