INTAKE AND DIGESTIBILITY OF DRY AND ORGANIC MATTER, AND CRUDE PROTEIN OF MALE BALI CATTLE FATTENED IN SMALLHOLDER FARMS

  • Paulus Klau Tahuk Universitas Timor
  • Agustinus Agung Dethan Universitas Timor
  • Stefanus Sio Universitas Timor
Keywords: Male Bali cattle, fatteninge, feed intake and digestibility, smallholder farms

Abstract

The experiment was conducted for 3 months using nine (9) males Bali Cattle ages 2,5 - 3,5 or an average of 3.0 years old based on teeth estimated with initial body weight range is 227-290 kg or an average of 257.40±23,60 kg in the Fattening Stalls, Bero Sembada Farmers Group, Laen Manen Sub District, Belu Regency, East Nusa Tenggara. This research is adapted to the practice of ranchers in fattened cattle that includes management of feeding, housing, and health. The type of feed given during the study was Centrosema pubences, Clitoria ternatea, Fresh Corn Straw, Kinggras, Leucaena leucocepala, Natural Grass, Elephant Grass, and Turi. The results of the research showed that the Bali cattle male finishing phase on fattening with forage, yield dry matter intake (kg/head/day) reached 7.079 or 2.509 % of BW, while the crude protein and organic material intake respectively 1.053 and 6.440 (kg/head/day). Digestibility coefficients of dry matter were 56.68%, crude protein 69.86%, and organic matter 68.83%. It can be concluded that the use of forage on fattening male Bali cattle by ranchers was the produce dry matter intake, crude protein, and organic matter are high quite but gives relatively low digestibility.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia, Jakarta.

Aregheore, E.M., and S.S.Yahaya. 2001. Nutritive Values of Some Browses as Supplements for Goats. Malaysian Journal of Animal Science. 7(1): 29 – 36.

Arora, S.P. 1995. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Diterjemahkan oleh: Retno Murwani. Editor Bambang Grigondo. Faklutas Peternakan Universitas Diponegoro. Penerbit Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Cakra, O.I.G.I., I.G.M. Suwena, dan N.M.S. Sukmawati. 2005. Konsumsi dan Koefisien Cerna Nutrien pada Kambing Peranakan Etawah (PE) yang Diberikan Pakan Konsentrat Ditambah Soda Kue (Sodium Bikarbonat). Jurusan Nutrisi dan Makanan ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Denpasar. Majalah Ilmiah Peternakan. 8(3): 76 – 80.

Church, D.C. and W.G. Pond. 1988. Basic Animal Nutrition and Feeding. John Wiley and Sons, New York.

Da Cruz de Carvalho, M., Soeparno dan N. Ngadiyono. 2010. Pertumbuhan dan Produksi Karkas Sapi Peranakan Ongole dan Simental Peranakan Ongole yang Dipelihara Secara Feedlot. Buletin Peternakan. 34(1):38-48.

Damry. 2008. Landasan Biologis upaya pemenuhan kebutuhan protein ternak ruminansia. Prodising Seminar Nasional Sapi Potong-Palu, 24 November 2008. Hal. 225-232

Devendra, C dan M. Burns. 1983. Produksi Kambing di daerah Tropis. Penerbit ITB Bandung – Penerbit Universitas Udayana.

Ensminger, M.E. 1987. Beef Cattle Science. Animal Agriculture Series. 3rd Eds. Interstate Printers & Publisher. Inc. Danville, Illinois.

Forbes, J.M. 1986. The Voluntary Food Intake of Farm Animals. Butterworth & Co (Publishers) Ltd.

Hafid, H., N. Rugayah. 2009. Persentase Karkas Sapi Bali Pada Berbagai Berat Badan dan Lama Pemuasaan Sebelum Pemotongan. Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Hal.77-85.

Hartadi, H. 1990. Prediction of the quality of tropical grass for ruminant by laboratory analysis and summative equation. Thesis. University of Florida, Gainesville. Florida.

Kearl, L.C. 1982. Nutrient Requiments of Ruminants in Developing Countries. International Feedstuff Institute Utah Agricultural Experiment Station, Utah State University, Logan, Utah, U.S.A.

Koddang, M.Y.A.2008. Pengaruh Tingkat Pemberian Konsentrat Terhadap Daya Cerna Bahan Kering dan Protein Kasar Ransum Pada Sapi Bali Jantan yang Mendapat Rumput Raja Ad Libitum. J.Agroland, 4: 343–348.

McDonald, I.W. dan R.J. Hall. 1995. The Conversion of Casein Into Microbial Protein In The Rumen. J. Biochem. 67: 400–405.

Mc Donald, P.R. Edward and J.F.D. Greenhalgh. 2002. Animal Nutrition. 3th ed. Longman inc. New york.

Minson, D.J. 1993. Forage In Ruminant Nutrition. San Diego, California: Academic Press Inc.

Nevy, D. H. 2004. Perlakuan silase dan amoniasi daun kelapa sawit sebagai bahan baku pakan domba. Fakultas Pertanian, Program Studi Produksi Ternak Universitas Sumatera Utara. http://library.usu.ac.id/download/fp/ternak- Nevy.pdf

Ngadiyono, N., G. Murjito., A. Agus dan U. Supriyana. 2008. Kinerja Produksi Sapi Peranakan Ongole Jantan dengan Pemberian Dua Jenis Konsentrat yang Berbeda. J.Indon.Ani.Agric. 33(4): 282-289.

Nitis, I.M., K. Lana, I.B. Sudana dan N. Sutji. 1992. Pengaruh Klasifikasi wilayah terhadap komposisi botani hijauan yang diberikan pada kambing di Bali di waktu musim kemarau. Pros. Seminar Penelitian Peternakan, Bogor.

Nulik, J. dan D.K. Hau. 2005. Pembuatan dan Pemanfaatan Pakan Awet Pada Ternak Sapi Bali Timor. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2005. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor..

Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Cetakan Pertama. Penerbit UIP, Jakarta.

Paramita, L.W., W.E. Susanto dan A.B. Yulianto. 2008. Konsumsi dan Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Dalam Haylase Pakan Lengkap Ternak Sapi Peranakan Ongole. Media Kedokteran Hewan. 24(1): 59 - 62.

Pond, W.G., D.C. Church, and K.R. Pond. 1995. Basic Animal Nutrition and Feeding. 4th edition. John Wiley and Sons Inc, Canada.

Rianto, E., M. Wulandari dan R. Adiwinarti.2007. Pemanfaatan Protein Pada Sapi Bali Jantan Peranakan Ongole dan Peranakan Friesien Holstein yang Mendapat Pakan Rumput Gadjah, Ampas Tahu dan Singkong. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2007. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor.Hal: 64-70.

Steel, R.G.D. dan J.H. Torrie. 1991. Prinsip dan Prosedur Statistika. Edisi Kedua. Diterjemahkan oleh : B. Sumantri. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Sumadi dan Soeparno. 1991. Produksi Karkas Faktor Yield Grade dan Kualitas Daging Dari Tiga Bangsa Sapi yang Dipelihara Secara Feedlot. Seminar Nasional Hasil-Hasil Penelitian Perguruan Tinggi. Tanggal 21-24 Januari 1991. Pusdiklat Depdikbud Sawangan, Bogor.

Tahuk, P. K. and A.A. Dethan. 2010. Performance of Bali Bull in Greenlot Fattening by Farmers when Rainy season in Timor Island. J.Indonesian Trop.Anim.Agric. 35(4): 257-261.

Van Soest, P.J. 1994. Nutritional ekology of the ruminant. Second edition. Comstock publishing associates. A. Division of cornell university press. Ithaca on london.

Yakin, E.A., N. Ngadiyono dan R. Utomo. 2013. Pengaruh Substitusi Silase Isi Rumen Sapi pada Pakan Basal Rumput dan Konsentrat Terhadap Kinerja Sapi Potong.Buletin Peternakan, 36(3): 174-180.

Published
2021-03-05