Analisis Analisis Penggunaan Diksi Dan Pola Berita Hoaks Pada Whtasapp

  • Alfi Sailin Nimah IAIN Syekh Nurjati
Keywords: diksi, pola berita, berita hoaks

Abstract

Dewasa ini, masyarakat berlomba-lomba mengejar informasi agar tidak dianggap ketinggalam zaman.Maraknya berita hoaks di kalangan media sosial berdampak negatif di media sosial seperti WhatsApp.Maka dari itu perlu dilakukan penelitian penggunaan diksi dan pola berita hoaks agar masyarakat mengetahui ciri-ciri berita hoaks di WhatsApp. Penelitian penggunaan diksi dan pola berita ini difokuskan pada berita hoaks Desember 2018 sampai Februari 2019. Indikator bahwa berita itu merupakan berita hoaks adalah atas hasil ketetapan Kominfo.

Metode yang digunakan pada tahap pengumpulan data atau penyediaan data adalah metode simak teknik lanjutan teknik teknik bebas libat cakap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode agih dan padan.

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan diksi dalam berita hoaks pada WhatsApp dalam kurun waktu Desember 2018 sampai Februari 2019 ditemukan penggunaan diksi bahasa asing, bahasa daerah, ragam cakapan, dan singkatan kata yang tidak sesuai KBBI. Berdasarkan 21 berita tidak semua ditemukan pola 5 W 1 H + so what. Ada beberapa berita yang hanya terdiri dari unsur apa, siapa, dan di mana. Ada beberapa berita pula yang tidak dilengkapi hanya salah satu unsur 5 W 1 H tersebut.Namun, mayoritas dari 21 berita hoaks ini memiliki unsur so what berupa kalimat imperatif. Ketidaklengkapan unsur 5 W 1 H dalam berita menyebabkan sebuah berita kurang akurat kebenarannya dan kalimat imperatif sebagai unsur so what itulah penyebab berita yang belum diketahui kebenarannya akan tersebar dengan mudah.

References

Aslinda, & Syafyahya, L. (2010). Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: PT Refika Aditama.
Barus, S. W. (2010). Jurnalistik; Petunjuk Teknis Menulis Berita. (Y. S. Hayati, Ed.). Penerbit Erlangga.
Brahmana, R. Y. (2013). Pengaruh Penggunaan Celebrity sebagai Endorser terhadap Brand Image Line dan Kakao Talk. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Retrieved from e-journal.uajy.ac.id
Bungin, B. (2012). Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya Edisi Kedua (Kedua). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Choirroh, L. U. (2017). Tinjauan Hukum Pidana Islam Terhadap Pemberitaan Hoax yang Ketentuannya Diatur dalam Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Retrieved from http://digilib.uinsby.ac.id/18774/
Darwin, I. P. J. (2018). Peran Kepolisian dalam Penyidikan Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong (Hoax). Universitas Lampung. Retrieved from digilib.unila.ac.id
Eriyanto. (2012). Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: PT. LkiS Printing Cemerlang.
Gunawan Imam. (2017). Metode Penelitian Kualitatif (Teori dan Praktik) (kelima). Jakarta: PT Bumi Aksara.
Kridalaksana, H. (2009). Kamus Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Kurniawan, A. (2017). Metodologi Penelitian Pendidikan. Cirebon: Eduvision.
Kusumaningrat, H., & Kusumaningrat, P. (2016). Jurnalistik Teori & Praktik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Lauda, S. (2017). Tinjauan Yuridis Sosiologis terhadap Berita Hoax dalam Media Sosial dan Upaya Pencegahannya oleh Polri (Studi di Polda Jatim). Universitas Muhammadiyah Malang. Retrieved from http://eprints.umm.ac.id/37725/
Marwan, M. R., & Ahyad. (2018). Analisis Penyebaran Berita Hoax di Indonesia. Jurnal Ilmiah Informatika Komputer, (0853–8638). Retrieved from ravii.staff.gunadarma.ac.id
Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Pertiwi, W. K. (2018, March). Riset Ungkap Pola Pemakaian Medsos Orang Indonesia. Kompas Tekno, p. 1. Retrieved from https://tekno.kompas.com/read/2018/03/01/10340027/riset-ungkap-pemakaian-medsos-orang-indonesia
Rosmiati, N. (2017). Analisis Wacana Berita Hoax pada Media Sosial Studi Analisis Wacana “Aksi Massa Warga Amerika Tuntut Pembubaran FPI” di Facebook. Universitas Pasundan. Retrieved from http://repository.unpas.ac.id
Rusdi, M. (2018). Karena Jurnalisme Bukan Monopoli Wartawan. (Wisnu Prasetya Utama, Ed.). Yogyakarta: Mojok.
Sanjaya, I. (2012). Pemanfaatan “WhatsApp Messenger” sebagai Media Komunikasi pada Remaja Akhir. Universitas Gunadarma Depok, Depok. Retrieved from publication.gunadarma.ac.id
Saure, L., Rembang, M., & Londa, J. (2018). Analisis Media Sosial WhatsApp Tentang Berita-Berita Hoax. Jurnal Acta Diurna, 7(Vol 7, No 3 (2018)), 1–17. Retrieved from ejournal.unsrat.ac.id
Sudarman, P. (2008). Menulis di Media Massa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Sugiono. (2015). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi, A. (2014). Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik). Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Yunus, S. (2010). . Jurnalistik Terapan. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.
Zakah, M. N. (2015). Masyarakat Multilingual. Retrieved from repository.widyatama.ac.id.
Published
2020-06-04
How to Cite
Nimah, A. (2020). Analisis Analisis Penggunaan Diksi Dan Pola Berita Hoaks Pada Whtasapp. Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(1), 1-18. https://doi.org/10.32938/jbi.v5i1.329