OLIGARKI MEDIA DALAM PEMILIHAN UMUM PRESIDEN 2019

Main Article Content

Rembulan Randu Dahlia

Abstract

Penelitian ini membahas tentang aspek politik oligarki media dalam pemilihan presiden 2019 (Pilpres). Fokus penelitian adalah faktor dukungan oligarki media pada kandidat Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Penelitian ini perlu dilakukan untuk memaparkan faktor pendorong oligark dalam mendukung kandidat, serta cara oligark merealisasikannya. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan pembuatan kebijakan dalam kepemiluan, khususnya pada tahap kampanye, Oligarki media dalam penelitian ini adalah Harry Tanoesoedibjo melalui MNC Media dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Dukungan Harry Tanoe berubah pada Pilpres 2014 Harry Tanoe mendukung Prabowo Subianto – Hatta Rajasa bukan Jokowi-Jusuf Kalla, sementara saat Pilpres 2019 Hary Tanoe mendukung Jokowi-Maruf. Berdasarkan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Pilpres 2019, Harry Tanoe menjadi oligark media penyumbang dana kampanye terbesar melalui sumbangan perseorangan, perusahaan dan Perindo dengan total sumbangan mencapai Rp 31,39 Milyar (Sumber: KPU RI). Analisis penelitian ini menggunakan Teori Oligarki Jeffrey Winters (2011) yang menyatakan oligark perlu masuk dalam struktur politik untuk mempertahakan kekayaan dan variasi motif oligark dalam mendukung kandidat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan argumen yang ditawarkan: Motif dukungan oligarki media dalam Pilpres 2019 menjelaskan cara oligark mempertahankan kekayaan dan merealisasikannya.

Article Details

Section
Articles