Fenilalanin: Kunci Peningkatan Flavonoid Pada Kultur In Vitro

Authors

  • Fristian Nanda Sistyananda Universitas Padjajaran

Keywords:

Etnobiologi, Etnopedagogik, Pembelajaran Biologi, SMA, Fenilalanin, In Vitro

Abstract

Fenilalanin merupakan asam amino aromatik yang berperan penting dalam jalur fenilpropanoid sebagai prekursor utama biosintesis berbagai jenis metabolit sekunder, termasuk flavonoid. Flavonoid dikenal sebagai metabolit sekunder bernilai tinggi dengan fungsi biologis pada tanaman, seperti pertahanan terhadap stres biotik maupun abiotik. Flavonoid juga dinilai memiliki manfaat luas bagi manusia dalam bidang farmasi, pangan, hingga kosmetik. Peningkatan produksi flavonoid melalui kultur in vitro menjadi strategi potensial untuk memenuhi kebutuhan industri secara efisien, baik dari segi waktu, tempat, tenaga, dan sumber daya lainnya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aplikasi fenilalanin eksogen mampu meningkatkan ekspresi gen fenilalanin amonia liase (PAL) dan akumulasi asam sinamat yang selanjutnya mendorong biosintesis flavonoid. Namun, efektivitas aplikasi fenilalanin sangat dipengaruhi oleh konsentrasi, metode, serta periode pemberian, sementara perbedaan respons antarspesies tanaman menjadi tantangan tersendiri. Meskipun demikian, peluang besar terbuka melalui integrasi fenilalanin dengan teknologi bioteknologi modern, seperti CRISPR-Cas9 dan pengaturan kondisi kultur in vitro. Upaya ini diharapkan mampu menghasilkan peningkatan flavonoid yang lebih efisien, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi tinggi untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor.

Downloads

Published

2026-02-11