Proses Neurobiologis Dalam Pembentukan Muscle Memory: Tinjauan Pustaka Naratif

Authors

  • Yuliana Universitas Udayana

Keywords:

Muscle Memory, Neurobiologi, Neuroplastisitas, Neurotransmiter, Retensi Memori

Abstract

Muscle memory memungkinkan tubuh mengingat dan mengulangi gerakan tertentu secara otomatis. Proses pembentukan muscle memory memerlukan proses neurobiologis yang kompleks, namun belum diketahui secara rinci. Tujuan penulisan adalah mengetahui lebih lanjut bagaimana proses neurobiologis dalam pembentukan muscle memory. Tulisan ini merupakan tinjauan pustaka naratif. Artikel dipilih dari jurnal terbitan Science Direct, Google Scholar, dan PubMed dengan terbitan 10 tahun terakhir. Hasil telaah pustaka menunjukkan bahwa proses neurobiologis dalam pembentukan muscle memory melibatkan sistem saraf pusat dan perifer, serta adaptasi neuronal dan sinaptik. Cortex motorik, basal ganglia, dan sumsum tulang belakang terlibat secara aktif dalam pembentukan muscle memory. Tahapan pembentukan muscle memory terbagi dalam tiga tahap, yaitu akuisisi (pemrosesan informasi sensorik dan motorik untuk membentuk gerakan baru), konsolidasi (perpindahan dari memori jangka pendek ke jangka panjang melalui neuroplastisitas), serta retensi memori (pengaktifan pola gerakan yang berhasil dikonsolidasi). Neurotransmitter seperti dopamin dan asetilkolin memainkan peran penting dalam modulasi proses neurobiologis yang terkait dengan muscle memory. Selain itu, faktor neurotropik seperti BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) juga berperan dalam mendukung neuroplastisitas dan pembentukan muscle memory. Kesimpulan: proses neurobiologis dalam pembentukan muscle memory melibatkan sistem saraf pusat dan perifer, neurotransmiter, dan faktor neurotropik.

Downloads

Published

2026-02-11