Pemanfatan Limbah Pertanian dan Kotoran Ternak dalam Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) di Desa Upfaon Kabupaten TTU

Main Article Content

Umbu Joka

Abstract

Desa Upfaon merupakan desa yang kaya akan sumberdaya alamnya untuk pembuatan MOL, diantaranya adalah tanaman pisang dan jambu mete. Selain itu terdapat hewan ternak seperti sapi, kambing, dan babi yang menghasilkan limbah kotoran. Sampah organik sisa aktivitas rumah tangga dan usahatani/ternak di Desa Upfaon dapat didayagunakan menjadi Mikrorgranisme Lokal (MOL) yang membantu meningkatkan kesuburan tanaman. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pembuatan MOL adalah FGD (Focus Group Discussion) dan juga penyuluhan disertai praktek secara langsung  pembuatan MOL dari bonggol pisang, jambu mete, dan kotoran ternak. Kegiatan program pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan adalah pembuatan MOL dengan penerapan prinsip teknologi pengolahan limbah rumah tangga petani/peternak. Melalui kegiatan yang diberikan berupa pembelajaran dan pendampingan, jasa penyuluhan (melalui demonstrasi pembuatan produk), serta pengaplikasian produk pada tanaman rumput peternak dan tanaman hortikultura yang menjadi tanaman unggulan di Desa Upfaon. Dari hasil pengamatan dapat terlihat antusiasme masyarakat di lokasi pengabdian ini yang tinggi, dengan ingin nya mereka untuk maju dan mau menerapkan pemanfaatan limbah kotoran dan sisa pakan sebagai bahan untuk membuat MOL.


 

Article Details

How to Cite
Joka, U. (2021). Pemanfatan Limbah Pertanian dan Kotoran Ternak dalam Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) di Desa Upfaon Kabupaten TTU. Bakti Cendana, 4(2), 8-13. https://doi.org/10.32938/bc.4.2.2021.8-13
Section
Articles

References

Darwis, dkk. 1992. Teknologi Fermentasi. Rajawali-Press, Jakarta.
Fardiaz, S. 1989. Mikrobiologi Pangan. Depdikbud Dirjen Dikti. IPB, Bogor.
Fitrimawati, Dwi, Y dan Ismet, I. 2018. Introduksi teknologi pembuatan pupuk organik
pada kelompok ternak sungkai permai. Jurnal Hilirisasi IPTEKS. 1 (4b): 327-
328
Hederik, D. 2000. Longitudinal changes in bronchial responsiveness associated with
swine confinement dust exposure. CHEST Journal 2000:117:1488-1495
Irfan, I., Rasdiansyah, R., & Munadi, M. (2017). Kualitas bokasi dari kotoran berbagai jenis hewan. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia, 9(1), 23-27.
Juanda, Irfan, dan Nurdiana. 2011. Pengaruh metode dan lama fermentasi terhadap
mutu MOL (Mikro organisme lokal). Floratek. 6(2): 140-143.
Kristina N.N. dan F.S. Syahid. 2012. Multiplikasi tunas, aklimatisasi dan analisis mutu
simplisia daun encok (Plumbago zeylanica L.) asal kultur in vitro periode
panjang. bul. Littro. 212(2): 117 – 128.
Manullang R. R., Rusmini dan Daryono. 2017. Kombinasi mikro organisme lokal
sebagai bioaktivator kompos. Jurnal Hutan Tropis. 5(3): 259-266.
Rakhmadi, A., Allismawita, dan Indri, J. 2018. Teknologi pembuatan kompos kotoran
sapi simental dengan penggunaan tithonia (Thitoniadiversifolia) dan mol rebung
pada kelompok tani ternak. Jurnal Hilirisasi IPTEKS. 1(3): 51-56
Suhastyo, A. A. (2011). Studi Mikrobiologi dan Sifat Kimia Mikroorganisme Lokal yang Digunakan pada Budidaya Padi Metode SRI (System of Rice Intensification). Institut Pertanian Bogor. Bogor.