Utilization of Plants as Natural Dyes for Ikat Woven Clothes of The Kemak Tribe In Dualaus Village, Kakuluk Mesak District, Belu Regency

Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Pewarna Alami Kain Tenun Ikat Desa Dualaus Kabupaten Belu

Authors

  • Yolanda Getrudis Naisumu Universitas Timor
  • Cidalia Pires Do Nascimento Universitas Timor

DOI:

https://doi.org/10.32938/jbe.v10i1.8076

Keywords:

Plants, natural dyes, tie woven fabrics

Abstract

Indonesia is a country with high biodiversity. High biodiversity has great potential in providing raw materials from nature and has abundant natural resources. The purpose of this study was to determine the types of plants used as natural dyes for the Kemak Tribe's ikat woven fabrics in Dualaus Village, Kakuluk Mesak District, Belu Regency. This research was conducted in Dualaus Village, Kakuluk Mesak District, Belu Regency from March to July 2024. This study used qualitative and quantitative descriptive research methods. Based on the results of interviews in Dualaus Village, Kakuluk Mesak District, Belu Regency, data was obtained that there are 11 types of plants used by the community in the process of dyeing ikat woven fabrics, including soga (Peltophorum pterocarpum) katuk (Souropus androgynus), tarum (Indigofera tinctoria L.), ketapang (Terminalia catappa) kusambi (Schleichera oleosa), butterfly flower (Oxalis triangulalis), kudo (Lannen coromandelica), and mahogany (Swietenis mahagoni). turmeric (curcuma domestica L.) beluntas plant (Pluchea indica L.), hibiscus (Hibiscus rosa-sinensis L.). The parts of the plant used are bark, leaves, flowers and rhizomes. The parts of the plants taken are processed traditionally in 2 ways, namely boiled and pounded, the colors produced are soga, tarum and katuk produce black, ketapang produces dark brown, kusambi produces cream, butterfly flowers produce light cream, kudo produces caramel brown, mahogany produces light brown, soga and turmeric rhizomes produce yellowish brown, beluntas leaves produce dark cream, hibiscus produces greenish cream, turmeric and beluntas rhizomes produce brownish yellow, turmeric rhizomes produce yellow. The conclusion is that there are 11 types of plants used in Dualau Village and the parts used to produce color are bark, leaves, flowers and rhizomes.

 

References

Abu, A. Kurniati dan Hading, A. 2016. “Pewarna Tumbuhan Alami Kain Sutera

Dengan Menggunakan Fiksator Tawas Tunjung Dan Kapur Tohr.” Jurnal Scientific Pinisi 2(2):86-91.

Antonius. Elisa, M. K., dan Yohanes, Y. R, 2005. Tumbuhan Pewarna Alami Dan Pemanfaatannya Secara Tradisional oleh Suku Dayak Marori Men Gey di Taman Nasional Wasur Kabupaten Merauke. Jurnal pendidikan dan Sains Biologi, 3(1): 14-23.

Atti, A. H., Boro, T. L., dan Mauboy, R. S. 2018. The Invertory Species Of Natural Producing Herbs And Their Use Traditionally In Community Lives In Boti Vilige Of Kie Subdistrict At South Central Timor Regency. Jurnal Biotropika Sains. 15(1): 44-65.

Berlin, S.W., R. Linda., dan Mukarlina. 2017. Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Bahan Pewarna Alami oleh Suku Dayak Bidayuh di Desa Kenaman Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau. Protobiont. 6 (3): 303-309.

Darma, I.D.P., dan A. Priyadi. 2015. Keragaman Tumbuhan Sebagai Pewarna Pada Kerajinan Tenun Suku Sasak: Studi Kasus Di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Prosiding seminarNasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. 1 (4): 753-756.

Efendi, M., Hapitasari I. G., Rustandi. dan Supriyatna A 2016. Inventarisasi Tumbuhan Penghasil Pewarna Alami Dikebun Raya Cibodas. Jurnal Bumi Lestari. 16 (1):50-58.

Hartati, dan Balittro, 2013. Khasiat Kunyit Sebagai Obat Tradisional Dan Manfaat lainnya. Jurnal Warta Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri 19(2):5-8.

Hidayat, N., dan Saati, E. A. 2006. Membuat Pewarna Alami. Penerbit Trubus Agrisarana. Surabaya.

Irsyad, M. N; Jumari, dan Murningsih. 2013. Studi Etnobotani Masyarakat Desa Sukolilo Kawasan Pegunungan Kendeng Pati Jawa Tengah (Ethnobotany Study Of Rural Community Sukolilo, Kendeng Mountains, Pati, Central Java). Bioma, 15(1): 27–34.

Kulkarini, S. S., Gokhale, A. V., Bodake, U. M., dan Pathade, G. R. 2011. Cotton dyeing with natural dye extracted from pomegranate (Punica granatum) pell. Universal Journal of Enviromental Research and Technology. 1(2):135-139.

Ledoh, D. Y., Sabuna. A. C. H., dan Daut Y. 2021. Pemanfaatan Tumbuhan Dalam Proses Pewarna Kain Tenun Ikat Di Pulau Ndao, Desa Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao. Journal Pendidikan dan Sains Biologi. 4(2):37-45

Lestari, A. A., Wardenaar, E., Mariani, Y. 2018. Pemanfaatan Tumbuhan Penghasil Warna Alami Untuk Tenun Ikat Oleh Suku Dayak Iban di Dusun Tekalong dan Dusun Kelawik Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Lestari.Vol. 6(4):837-847. Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak.

Kurniasari, I.D. dan Maharani, D.K. 2015. Pembuatan Komposit Kitosan Alumina sebagai Agen Fiksasi Zat Warna Rodamin B Pada Kain Katun. Journal Of Chemistry, 4(1):75-80.

Marnoto, T, Haryono G., Gustinah D., dan Putra F. A. 2012. Ekstraksi Tanin Sebagai Bahan Pewarna Alami Dari TanamanPutri Malu (Mimosa pudica) Menggunakan Pelarut Organik. Reaktor. 14(1)9-45

Mukhoyyaroh Q., Nugraheni L. S., dan Utami N. 2023. Etnobotani Tumbuhan Pewarna Alami Kain Tenun Pada Suku Baduy Luar Provinsi Banten. Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi. 8(2):136-144.

Murniati dan Takandjandji, M. 2015. Tingkat Pemanfaatan Tumbuhan Penghasil Warna Pada Kian Tenun Ikat Di Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman. 12 (3):223-237.

Murniati dan Takandjandji, M. 2016. Analisis Usaha Tenun Ikat Berbasis Pewarna Alam di Kabupaten Sumba Timur: Kasus di Kecamatan Kambera dan Umalulu. Jurnal Dinamika Kerajinan dan Batik. 33 (1): 67- 84.

Mulyani, Y. Sumarna, R. dan Patonah. 2020. Kajian Etnofarmakologi Pemanfaatan Tanaman Obat Oleh Masyarakat Di Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat (Ethnopharmacology. Jurnal FarmasiGalenika. 6 (1): 37-54.

Meilani & Sari, M.P. 2012. Pengambilan Zat Warna Alami Dari Kulit Kayu Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq). [Skripsi]. Surakarta: Fakultas Teknik, Universitas Surakarta

Naisumu Y. G., Bria E. J., dan Kasse W. H. 2022. Pemanfaatan Pewarna Alami Kain Tenun Futus Sebagai Alternatif untuk Jaringan Tumbuhan. Jurnal Bidang Pendidikan Biologi. 6(1): 96-107.

Namirah, I., Afifah, S., Wijayanti, I. E., Langitasari, I. 2019.” Kajian Terhadap

Tanaman Pewarna Alami Pada Masyarakat Baduy Luar.” EduChemia. 4(2):204-12.

Novrita (2021). Pengaruh Mordan Tawas dan Jeruk Nipis Terhadap Hasil Pencelupan Ekstrak Bawang Merah Pada Bahan Sutera. Journal Of Home Economies and Tourism. 15(2),2021.

Pujilestari, T. 2015. Review: Sumber dan Pemanfaatan Zat Warna Alam Untuk Keperluan Industri. Jurnal Dinamika Kerajinan Tangan dan Batik. 32(2): 93- 106.

Priangga, I.K.S., Sudarmawan A., Ardana I.G.S., 2016. Pewarna Alami Kain Tenun Geda Seraya Timur Karangasem. Jurnal Pendidikan Seni Rupa 6.(2)..

Rosyida, A. dan Zulfiya, A. 2013. Pewarnaan bahan tekstil dengan menggunakan ekstrak kayu nangka dan teknik pewarnaannya untuk mendapatkan hasil yang optimal, Jurnal Rekayasa Proses. 1 (2): 52-58.

Santa, E, K., Mukarlina & Linda, R. 2015. Kajian Etnobotani Tumbuhan Yang digunakan Sebagai Pewarna Alami Oleh Suku Dayak Iban Di Desa Mensiau Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Protobiont. 40(1): 58-61.

Saputri, A., dan Novrita, S. Z. (2021). Perbedaan Berat Mordan Tunjung, Tawas dan Kapur Sirih terhadap Hasil Pencelupan Kulit Buah Alpukat Pada Bahan Katun. Jurnal Pendidikan, Busana, Seni dan Teknologi, 3(2): 80-90..

Sugiyana, D., 2003. Pencemaran Logam Berat pada Limbah Industri Tekstil dan Alternatif Material penyerap Ekonomis, Arena Tekstil 39, Balai Besar Tekstil, Bandung.

Sukanadi, I M., Kurniyati N. N., dan Utami K. S. 2018. Teknik Dan Pengembangan Desain tenun Lurik. BP ISI Yogyakarta.

Supiandi, M. l, Mahanal, S, Zubaidah, S, Julung, H, dan Ege, B. 2019. Ethnobotany Of Traditional Medicinal Plant Used By Dayak Desa Community In Sintang, West Kalimantan, Indonesia. Biodiversitas. 20(5):1262-1270.

Sutara, P. K. 2016. Jenis tumbuhan sebagai pewarna alami pada perusahaan tenun yang ada di kecamatan blahbatuh kabupaten gianyar. Skripsi. Bali. Jurusan Biologi Fakultas Matematika. Universitas Udayana.

Sutara, K. 2009. Jenis Tumbuhan Sebagai Pewarna Alami Pada Beberapa Perusahaan Tenun Di Gianyar. Jurnal Bumi Lestari, 9(2): 23-31.ra, K. 2009. Jenis Tumbuhan Sebagai Pewarna Alami Pada Beberapa Perusahaan Tenun Di Gianyar. Jurnal Bumi Lestari, 9(2): 23-31.

Seran, W., Yanete, W., dan Hana. 2018. Identifikasi Jenis Tanaman Pewarna Tenun Ikat Di Desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Agribisnis Perikanan. 11 (2): 1-8.

Visalakhi, M., dan Jawaharlal, M. 2013. Healthy Hues-Status and Implication in Industries- Brief Review. Journal of Agriculture and Allied Sciences.

3 (2): 42-51.

Wanyama, P. A. G., Karemire, B.T., danMurumu, J. E. S. 2014. Extracction, characteriazation and application of natural dyes from selected plantsin Uganda for dyeing of catton fabrics. Journal of Plant Science, 8(4): 185-195.

Zulfiani, Yunita E, Pitopang R. 2013. Kajian Etnobotani Suku Kaili Tara di Desa Binangga Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah. Jurnal Biocelebes. 7(1):67-7.

Downloads

Published

2025-04-30