Identifikasi Jenis Lumut (Bryophyta) di Kawasan Air Terjun Taplel Desa Oesusu Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Authors

  • Novi Ivone Bullu Universitas Kristen Artha Wacana, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Biologi
  • Theodora Sarlota Nirmala Manu
  • Agus Maramba Meha
  • Yanti Daud
  • Apriliani Ballo
  • Vedy Yeriel Koy

DOI:

https://doi.org/10.32938/jbe.v9i3.8486

Keywords:

Identifikasi, Lumut, Taplel, Oesusu

Abstract

Keberadaan dan populasi lumut terestrial di kawasan wisata lebih bergantung pada keberadaan pengunjung dan aktivitas pengelolaan lokasi wisata, termasuk lumut terestrial di Wisata Air Terjun Taplel Desa Oesusu. Keberadaan lumut sebagai penutup permukaan tanah juga mempengaruhi produktivitas, dekomposisi serta pertumbuhan komunitas di hutan. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan Lumut (Bryophita) di kawasan air terjun taplel Desa Oesusu Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur dan untuk mengetahui parameter lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan jenis-jenis tumbuhan Lumut (Bryophita) . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode jelajah. Teknik analisis data yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan jenis lumut yang ditemukan ada 5 jenis, 2 jenis lumut dari kelas Jungermanniaopsida (lumut hati) yaitu jenis Chiloschypus minor dan Bazzania Triloba, 3 jenis dari klas bryopsida (lumut daun) yaitu Acanthocladium Tanytrichum, Dicranoloma Braunni, Bryum Argenteum. Pengukuran kondisi lingkungan atau faktor abiotik pada lokasi penelitian meliputi: suhu lingkungan 24 – 280 C, kelembaban udara 64 – 67,5 %, pH tanah 6,4, kelembaban tanah 5,5 – 7 % dan Intensitas Cahaya 1293,2 cd, dari hasil pengukuran parameter lingkungan ini sangat mendukung pertumbuhan maupun perkembangan lumut (Briophyta).

References

Bawaihaty, N. (2014). Keanekaragaman jenis lumut dan Peran Ekologi Bryophyta di Hutan Sesaot Lombok, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Silvikultur Tropika, Vol. 05 No. 1: 13-17.

Mulyani, E. (2015). Lumut Daun Epifit di Zona Tropik Kawasan Gunung Ungaran, Jawa Tengah, Bioma, Vol. 16 No. 2.

Musyarofah. (2013). Keanekaragaman Lumut Hati dan Lumut Tanduk Pasca Erupsi di Taman Nasional Gunung Merapi Yogyakarta. Skripsi, 5-6.

Noer, I.S. (2004). Bioindikator Sebagai Alat Untuk Menengarai Adanya Pencemaran Udara. Forum Komunikasi Lingkungan III, Kamojang. Bandung.

Pradana, D.S. (2013). Komunitas Lumut Epifit Perkebunan Kopi Ditanjung Rusia, Lampung, (Skripsi Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor, Bogor,).

Rugayah, A. Retnowati, F.I. Windadri, A. Hidayat. (2003). Pengumpulan data Taksonomi. Di dalam: Rugayah, E.A. Widjaja, Praptiwi (Eds.). Pedoman Pengumpulan Data Keanekaragaman Flora. Pusat Penelitian Biologi-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Satiyem. (2005). Keanekaragaman Tumbuhan Lumut (Bryophyta) Pada Berbagai Ketinggian Hubungannya Dengan Kondisi Lingkungan Di Wilayah Lereng Selatan Gungung Merapi Pasca Erupsi, (Skripsi Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta).

Saw, J.T and Goffinet, B. (2000). Bryophyte Biology. Cambridge University Press: London.

Suhono, B. 2015. Ensiklopedia Dunia Tumbuhan Lumut. Jakarta: Lentera abadi

Tjitrosoepomo, G. (2009). Taksonomi Tumbuhan (Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Waldi, R. (2017). Inventarisasi Lumut Di Kawasan Perkebunan Karet Ptpn 7 Desa Sabah Balau, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).

Wati, T. K., Kiswardianta, B., & Sulistyarsi, A. (2016). Keanekaragaman Hayati Tanaman Lumut (Bryophitha) Di Hutan Sekitar Waduk Kedung Brubus Kecamatanpilang Keceng Kabupaten Madiun. Florea : Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya, 3(1), 46. Https://Doi.Org/10.25273/Florea.V3i 1.787

Windadri, F. I. (2009). Keragaman Lumut pada Marga Pandanus di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Jurnal Natur Indonesia, 11(2), 89-93.

Downloads

Published

2024-12-31