Diversity and Potential of Medicinal Plants in the Samudra University Campus Area

Keanekaragaman dan Potensi Tumbuhan Berkhasiat Obat Di Area Kampus Universitas Samudra

Authors

  • Diyah Anjani Universitas Samudra
  • Adi Bejo Suwardi

DOI:

https://doi.org/10.32938/jbe.v10i2.9584

Keywords:

Medicinal plants, biodiversity, campus, conservation, local wisdom

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan keanekaragaman dan potensi tumbuhan obat yang terdapat di wilayah kampus Universitas Samudra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi eksplorasi lapangan langsung dan telaah pustaka untuk mengetahui manfaat dan bagian tumbuhan yang umum dimanfaatkan sebagai obat. Hasil penelitian mencatat 27 jenis tumbuhan obat dengan jumlah individu tumbuhan sebanyak 1.676 individu. Jenis tumbuhan yang paling dominan adalah Rhoeo discolor sebanyak 763 individu. Bagian tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan adalah daun (63,89%), diikuti bunga dan buah. Penyakit yang paling sering diobati adalah batuk (18,18%), hipertensi (10,91%), serta demam dan luka (masing-masing 7,27%). Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener sebesar 2,15 menunjukkan tingkat keanekaragaman jenis sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah kampus memiliki potensi yang signifikan sebagai sumber tumbuhan obat untuk pengembangan obat herbal berbasis lokal. Selain itu, hasil penelitian ini berfungsi sebagai referensi ilmiah yang berharga untuk pendidikan, pelestarian lingkungan, pengembangan kebun obat kampus, dan pelestarian pengetahuan tradisional.

References

Ahmad, K. S., Hamid, A., Nawaz, F., Hameed, M., Ahmad, F., Deng, J., Akhtar, N., Wazarat, A., & Mahroof, S. (2017). Ethnopharmacological studies of indigenous plants in Kel village, Neelum Valley, Azad Kashmir, Pakistan. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 13(1), 1–16. https://doi.org/10.1186/s13002-017-0196-1

Al Manar, P., & Zuhud, E. A. M. (2019). Inventarisasi Tumbuhan Obat Di Kampus Ipb Darmaga, Bogor, Jawa Barat Inventarisation of Medicinal Plants in Campus of Ipb Darmaga. Pokjanas TOI Ke 57, 41–46. https://www.researchgate.net/publication/343278973_INVENTARISASI_TUMBUHAN_OBAT_DI_KAMPUS_IPB_DARMAGA_BOGOR_JAWA_BARAT

Arnold, Harijanto, H., & Sustri. (2017). Keanekaragaman jenis dan pemanfaatan tumbuhan obat di kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) di Desa Mataue Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi. Warta Rimba, 5(1), 71–79.

Cullen, J, 2006, Practical Plant Identification: Including a Key to Native and Cultivated Flowering Plants in North Temperate Regions, Cambridge University press, New Yor

DS, J. (2017). Diversity of Medicinal Plants and Pollution Stress Indicator Plants in Kariavattom South Campus, University of Kerala, South India. Biodiversity International Journal, 1(1), 8–13. https://doi.org/10.15406/bij.2017.01.00003

Dalimartha, S..Atlas. 2006. Tanaman Obat Indonesia Jilid II. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Farnsworth, K. D., Adenuga, A. H., & de Groot, R. S. (2015). The complexity of biodiversity: A biological perspective on economic valuation. Ecological Economics, 120, 350–354. https://doi.org/10.1016/j.ecolecon.2015.10.003

Foster, D. R., Aber, J., Melillo, J. M., Bowden, R. D., & Bazzaz, F. A. (2014). Harvard Forest: Laying the Foundation for Conservation and Research in New England. Harvard University Press.

Ishak, P., & Adriana, A. N. I. (2022). UJI EFEK DIURETIK EKSTRAK DAUN ADAM HAWA (Rhoeo discolor) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus). Pharmacology And Pharmacy Scientific Journals, 1(1), 29–36. https://doi.org/10.51577/papsjournals.v1i1.306

Education, B., Jakarta, U. N., Muka, R., Timur, J., & Author, C. (2021). INVENTORY OF MEDICINAL PLANT IN CAMPUS B UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA. RUMPHIUS Pattimura Biological Journal, 3(1), 019-023. https://doi.org/10.30598/rumphiusv3i1p019-023

Kankara, S. S., Ibrahim, M. H., Mustafa, M., & Go, R. (2015). Ethnobotanical survey of medicinal plants used for traditional maternal healthcare in Katsina state, Nigeria. South African Journal of Botany, 97, 165–175. https://doi.org/10.1016/j.sajb.2015.01.007

Komansilan, S.-, & Rumondor, R. (2022). Uji Efektivitas Antilithiasis Ekstrak Etanol Alang-Alang (Imperata Cylindrica (L.) Beauv) Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus). J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 83. https://doi.org/10.35329/jkesmas.v8i1.2843

Manurung, H. (2022). Diversity of medicinal plants in the campus Universitas Sumatera Utara. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 977(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/977/1/012012

Menkes RI, 2016, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2016 tentang Formularium Obat Herbal Asli Indonesia. Jakarta.

Ming, L.C. 1999. Ageratum conyzoides: A Tropical Source of Medicinal and Agricultural Products, in Perspectives on New Crops and New Uses. Alexandria: ASHS Press.

Muliyah, E., Fauzia H.D., Azzahra, K.L., Yusniati, E. (2024). Keanekaragaman dan Potensi Tumbuhan Obat di Kampus 1 Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), 6(2) 2024: 236-245 https://doi.org/10.31289/jibioma.v6i2.4766

Odum, E. P. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Diterjemahkan dari Fundamental of Ecology oleh T. Samingan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

S, V., & Kumar, U. (2022). Herb diversity and their medicinal uses in Biodiversity Conservation area of Jnanabharathi Campus, Bangalore University, Karnataka. Biological Diversity and Conservation, 15(1), 73-83. https://doi.org/10.46309/biodicon.2022.930000

Sidik, R. F. (2014). Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Tematik berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Jurnal Pena Sains, 1(1), 67–74. www.warintek.ristek.go.id/pertanian/jahe

Staples, G. (2008). Practical Plant Identification, Including a Key to Native and Cultivated Flowering Plants in North Temperate Regions. In Systematic Botany (Vol. 33, Issue 3). https://doi.org/10.1600/036364408785679761

Sutardi, S. (2017). Kandungan Bahan Aktif Tanaman Pegagan dan Khasiatnya untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 35(3), 121. https://doi.org/10.21082/jp3.v35n3.2016.p121-130

University of Hong Kong. (2023). Lung Fu Shan Herbal Garden: A hub of traditional Chinese medicine and urban ecology. Financial Times. https://www.ft.com/content/e5faebab-349a-4481-87b7-250eb51ddf75

Universität Regensburg. (2025). Botanischer Garten der Universität Regensburg. Fakultät für Biologie und Vorklinische Medizin. Diakses pada 5 Mei 2025, dari https://www.uni-regensburg.de/biologie-vorklinische-medizin/oekologie-naturschutzbiologie/einrichtungen/botanischer-garten/index.html

Unggul, J. P. (2024). 1) 2) 3). 3, 80–93.

Wahyuni, H. I., Shoukat, N., & Romadhon, N. (2023). Inventarisasi Pemanfaatan Tumbuhan Dan Relevansinya Sebagai Sumber Pembelajaran Ekopedagogik Berbasis Kearifan Lokal. Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi, 7(1), 23. https://doi.org/10.32502/dikbio.v7i1.5709

Zenebe, G., Zerihun, M., & Solomon, Z. (2012). An ethnobotanical study of medicinal plants in Asgede Tsimbila District, Northwestern Tigray, Northern Ethiopia. Ethnobotany Research and Applications, 10, 305–320. https://doi.org/10.17348/era.10.0.305-320

Downloads

Published

2025-08-30