MAKNA DAN BENTUK POLISEMI BAHASA TETUN FEHAN PADA MASYARAKAT DESA FAFOE KABUPATEN MALAKA

Yustina Sako, Ferdinandus Siki, Yanuarius Sani Feka

Authors

  • Yustina Sako STKIP Sinar Pancasila Betun
  • Ferdinandus Siki Universitas Timor
  • Yanuarius Sani Feka Universitas Timor

DOI:

https://doi.org/10.32938/jbi.v11i01.10875

Keywords:

Kata Kunci : Polisemi, Bahasa Tetun Fehan dan Masyarakat Desa Fafoe

Abstract

Makna Polisemi dalam Bahasa Tetun Fehan pada Masyarakat Desa Fafoe, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka”. Masalah penelitian yakni “Bentuk-bentuk polisemi apa sajakah yang terdapat dalam bahasa Tetun Fehan pada masyarakat Desa Fafoe dan Makna polisemi yang terdapat dalam bahasa Tetun Fehan pada masyarakat Desa Fafoe. Tujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk polisemi yang terdapat dalam bahasa Tetun Fehan pada masyarakat Desa Fafoe dan mendeskipsikan makna polisemi yang terdapat dalam bahasa Tetun Fehan pada masyarakat Desa Fafoe Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Penelitian ini berlokasi di Desa Fafoe, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif yang menggambarkan secara detail permasalahan yang terjadi sesuai dengan kondisi nyata di masyarakat dan menyajikan dalam bentuk analisis secara kualitatif. Hasil penelitian yang ditemukan yakni Bentuk satuan lingual kata yang berpolisemi yang ditemukan berupa bentuk dasar. Bentuk yang paling banyak ditemukan adalah bentuk dasar. Bentuk turunan tidak ditemukan dalam penelitian ini. Makna kata berpolisemi sesuai konteks yang digunakan dalam gramatikal meliputi makna perbuatan, proses, keadaan, pengalaman, hal dan kualitas. Makna kata berpolisemi sesuai konteks yang digunakan dalam gramatikal yang paling banyak ditemukan adalah makna perbuatan.

References

Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa dan Balai Pustaka.

Aminuddin. 2001. Semantik Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung: Sinar Baru.

Bandana, dkk. 2002. Polisemi dalam Bahasa Bali. Jakarta: Pusat Bahasa.

Chaer, Abdul. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

___________.1995. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

___________.2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Djajasudarma, T. Fatimah. 1993. Semantik 1. Pengantar Ke arah Ilmu Makna. Bandung: Refika.

Keraf, Gorys. 2006. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Notoatmodjo, Soekidjo, 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Nursalam, 2003, Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian. Jakarta: Salemba

Parera, Daniel Jos. 2004. Teori Semantik. Jakarta: Erlangga.

___________. 1993. Sintaksis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Pateda, Mansoer. 2001. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.

Ramlan, M. 1985. Penggolongan Kata. Yogyakarta: Andi Offset.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana

Downloads

Published

2026-05-24

How to Cite

Sako, Y., Siki, F., & Feka, Y. S. (2026). MAKNA DAN BENTUK POLISEMI BAHASA TETUN FEHAN PADA MASYARAKAT DESA FAFOE KABUPATEN MALAKA: Yustina Sako, Ferdinandus Siki, Yanuarius Sani Feka . Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 11(01), 62–79. https://doi.org/10.32938/jbi.v11i01.10875