PILIHAN LEKSIKAL DAN MAKNA ASOSIATIF LIRIK LAGU “RUMAH KE RUMAH” KARYA HINDIA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK

Yasyfa Syahrudhiya, Siti Nabilah AP, Atheeva Kenialycra GP, Jaelani

Authors

  • Yasyfa Syahrudhiya Universitas Negeri Semarang
  • Siti Nabilah AP Universitas Negeri Semarang
  • Atheeva Kenialycra GP Universitas Negeri Semarang
  • Jaelani Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.32938/jbi.v11i2.11076

Keywords:

Kata Kunci: Lagu, Lirik, Bahasa Kiasan, Makna, Rapsodi, sosiolinguistik, Kohesi Leksikal, Makna, asosiatif

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pilihan leksikal dan menjelaskan makna asosiatif dalam lirik lagu “Rumah ke Rumah” karya Hindia dengan sudut pandang sosiolinguistik. Landasan penelitian ini adalah bahwa lirik lagu bukan hanya susunan artistik, melainkan juga tindak tutur yang merangkum relasi sosial, sikap pembicara, dan nilai-nilai budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teks lirik dan konteks audio-visual lagu sebagai sumber data. Data dikumpulkan menggunakan teknik simak dan catat, kemudian diklasifikasikan ke dalam kelompok leksikal yang menonjol, yaitu relasi, ruang, gerak, kasih sayang, dan kekerabatan. Analisis makna asosiatif dilakukan dengan mempertimbangkan relasi asosiatif/paradigmatis antarkata, terutama kemungkinan substitusi kata dan pergeseran asosiasi makna ketika suatu unsur bahasa digantikan dengan pilihan leksikal lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hindia memilih leksikon yang bersifat personal, domestik, dan reflektif, sehingga lagu ini tidak tampil sebagai kisah cinta umum, melainkan sebagai arsip relasi sosial yang intim. Arsip relasi sosial yang intim merujuk pada pencatatan pengalaman kedekatan, penyesalan, dan penghargaan terhadap individu tertentu melalui nama diri, sapaan kekerabatan, serta leksikon domestik.

References

Ambarita, S. M., Kusmana, A., & Triandana, A. (2022). Analisis relasi makna lirik lagu bahasa Batak Toba dalam album Duo Naimarata. Kajian Linguistik Dan Sastra, 1(1), 49–58.

Damayanti, M. A., Saharudin, S., & Sudika, I. N. (2020). Bentuk Lingual dan Makna Konotasi pada Lirik Lagu Ebiet G. Ade dalam Album Masih Ada Waktu: Lingual Form And Connotation Meaning In The Song Lyrics Of Ebiet G. Ade In “Masih Ada Waktu” Album. Jurnal Bastrindo, 1(1), 333618.

Hindia. (2019). Rumah ke Rumah (Official Music Video),” YouTube video. Hindia, “Rumah ke Rumah,” lirik lagu, KapanLagi.com.

Jannah, M. D. (2021). Analisis semantik ragam makna pada lirik lagu Desember karya band Efek Rumah Kaca. TEKS: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, 1(2), 75–84.

Maddimunri, A. R., Dalle, A., & Nensilianti, N. (2025). Interaksi Linguistik Antara Bahasa Indonesia Penutur Dialek Maluku dan Penutur Bahasa Bugis Perantau di Kota Tual: Kajian Sosiolinguistik. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 551–569.

Romadhan, A. D., Hakim, L., Selia, A. K. W., Ekasani, K. A., Wuarlela, M., Hiariej, C., Janggo, W. O., Kami, P., Raja, F. D., & Susanti, R. (2023). Pengantar linguistik umum. CV. Intelektual Manifes Media.

Rukin, S. P. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Jakad Media Publishing.

Sudar, S., Tusino, T., & Dewi, B. R. C. (2023). Lexical and Contextual Meanings in Song Lyrics” Moana Original Soundtrack”: Pedagodical Implication. English Review: Journal of English Education, 11(2), 413–422.

Wiradharma, G., & WS, A. T. (2016). Metafora dalam lirik lagu dangdut: kajian semantik kognitif. Arkhais-Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1), 5–14.

Saeed, J. I. (2022). Semantics (5th ed.). Wiley Blackwell.

Wardhaugh, R., & Fuller, J. M. (2021). An introduction to sociolinguistics (8th ed.). Wiley Blackwell.

Downloads

Published

2026-08-02

How to Cite

Syahrudhiya, Y., Nabilah AP, S., Kenialycra GP, A., & Jaelani. (2026). PILIHAN LEKSIKAL DAN MAKNA ASOSIATIF LIRIK LAGU “RUMAH KE RUMAH” KARYA HINDIA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK: Yasyfa Syahrudhiya, Siti Nabilah AP, Atheeva Kenialycra GP, Jaelani. Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 11(2), 187–193. https://doi.org/10.32938/jbi.v11i2.11076