Pengaruh Kemiskinan dan Ketimpangan Pendapatan sebagai Hambatan dalam Pencapaian SDGs di Indonesia

Authors

  • Febriyanti Revalentina Naibaho UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
  • Ruth Hutahuruk Universitas Negeri Medan
  • Pesta Sugianti Simanungkalit Universitas Negeri Medan
  • Khairuddin Ependi Tambunan Universitas Negeri Medan

Keywords:

Kemiskinan, Ketimpangan Pendapatan , Pembangunan Inklusif, Pencapaian SDGs dan Kesejahteraan Masyarakat

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh kemiskinan dan ketimpangan pendapatan sebagai hambatan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Permasalahan ini menjadi penting karena masih adanya ketimpangan akses terhadap sumber daya, pendidikan, dan kesempatan ekonomi yang menghambat pembangunan inklusif menuju Indonesia Emas 2045. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, buku, dan data Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh faktor seperti kualitas sumber daya manusia, pengangguran, dan akses terhadap layanan dasar. Di sisi lain, ketimpangan pendapatan memperburuk kondisi kemiskinan melalui distribusi ekonomi yang tidak merata dan rendahnya mobilitas sosial. Kedua faktor tersebut terbukti menjadi hambatan utama dalam pencapaian SDGs, terutama pada tujuan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan, sehingga diperlukan kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

References

Badan Pusat Statistik. (2026). Profil kemiskinan di Indonesia September 2025. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Chen, S., & Ravallion, M. (2012). More relatively-poor people in a less absolutely-poor world. World Bank Policy Research Working Paper. Washington, DC: World Bank.

Ganie-Rochman, M. (2013). Ketimpangan sosial dan pembangunan ekonomi. Jakarta: LP3ES.

Haughton, J., & Khandker, S. R. (2009). Handbook on poverty and inequality. Washington, DC: World Bank.

Hidayat, R., & Erlyn. (2021). Analisis ketimpangan pendapatan di Indonesia. Jurnal Economia, 17(2), 123–135.

Juoro, U. (2013). Ketimpangan dan pembangunan ekonomi. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 14(1), 1–10.

Kuncoro, M. (2010). Ekonomi pembangunan: Teori, masalah, dan kebijakan (Edisi ke-5). Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Lestari, D., Putri, A., & Saputra, R. (2023). Pengaruh kemiskinan dan ketimpangan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ekombis Review: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 11(1), 45–58.

Murdiyana, & Mulyana. (2017). Analisis kebijakan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Jurnal Politik Pemerintahan, 10(1), 73–88.

Ravallion, M. (2012). Poverty and public policy. World Bank Research Observer, 27(1), 1–25.

Singh, A., & Chudasama, H. (2020). Reducing poverty through economic growth: Evidence from developing countries. Journal of Economic Development, 45(2), 89–112.

Sruyanti. (2022). Implementasi SDGs desa dalam pembangunan berkelanjutan. Journal Publicuho, 5(2), 210–220.

Suryawati, C. (2005). Memahami kemiskinan secara multidimensional. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 6(1), 45–60.

World Bank. (2004). World development report 2004: Making services work for poor people. Washington, DC: World Bank.

Zulyanto, A. (2022). Peran pendidikan dalam mengurangi kemiskinan. Convergence: The Journal of Economic Development

Downloads

Published

2026-06-03