Analisis Tipologi Spasial dan Keterkaitan Wilayah Kecamatan Kota Kefamenanu dengan Kecamatan Hinterland di Kabupaten Timor Tengah Utara
DOI:
https://doi.org/10.32938/jep.v8i01.10919Keywords:
Pola spasial, Keterkaitan wilayah, Komoditas pertanian, Tomat, CabaiAbstract
Penelitian bertujuan untuk menganalisis (1) tipologi spasial Kecamatan Kota Kefamenanu dengan kecamatan penghasil komoditas hortikultura, (2) keterkaitan wilayah kecamatan Kota Kefamenanu dengan kecamatan penghasil komoditas hortikultura. Kajian menggunakan metode survei dengan teknik sampel purposive sampling yang sebagai supplier komoditas tomat sebanyak 6 kecamatan yaitu: Kecamatan Kota Kefamenanu, Kecamatan Insana Utara, Kecamatan Insana Tengah, Kecamatan Insana Barat, Kecamatan Miomaffo Barat, Kecamatan Biboki Tanpah. Sampel responden sebanyak 60 yang terdistribusi merata di seluruh kecamatan dan secara proporsional mewakili petani dan pedagang. Hasil analisis indeks moran menunjukan bahwa nilai Indeks Moran pada komoditas tomat bernilai positif (0,384451) dan nilai Indeks Moran pada komoditas cabai menunjukkan nilai positif (0,705385). Nilai indeks moran tersebut berada pada rentang 0 < I ≤ 1 yang berarti terdapat autokorelasi spasial antar wilayah kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Utara dengan tingkat kekuatan keterkaitan spasial yang tergolong tinggi dan secara spasial pola sebarannya bersifat menggerombol (clustered). Selanjutnya hasil analisis gravitasi kecamatan-kecamatan sebagai hinterland dengan Kota Kefamenanu sebagai growth pole berbasis komoditas tomat dan cabai diperoleh variabel yang berpengaruh nyata adalah Jarak; sedangkan variabel produksi, harga, biaya angkut dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata.
References
Adiza T. (2021). Autokorelasi Spasial Kemiskinan dan Luas Lahan Pertanian di Kabupaten Mesuji. Jurnal investasi islam .5(2). 121-134. https://doi.org/10.32505/jii.v5i2.1904
Anselin, L. 1995. Spatial Econometrics: Methods and Models. Dordrecht: Kluwer Academic Publishers.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2013. Pedoman Umum Kebun Percobaan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Sekretariat Badan Litbang Pertanian
Badan Pusat Statistik Kabupaten Timor Tengah Utara. (2022). Kabupaten Timor Tengah Utara dalam Angka.
Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. (2022). Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam Angka.
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2022). Indonesia dalam Angka.
Bintarto, R. 1989. Interaksi Desa-Kota dan Permasalahnnya. Ghalia Indonesia. Jakarta.
Daldjoeni, N. 2015. Geografi Baru- Organisasi Keuangan dalam Teori dan Praktek. Penerbit Alumni. Bandung.
Emalia, Z., Ciptawaty, U., & Damawi, A. (2017). Interaksi dan Keterkaitan Spasial Wilayah Pusat Pertumbuhan di Provinsi Banten. Ekonomi Pembangunan, 1-9.
Fallo, LS, Setiawan, A., & Nugroho, DB (2020). Analisis kebutuhan pangan pokok pada provinsi-provinsi di indonesia menggunakan indeks moran berdasarkan mode bootstrap.
Fikri, M., & Fafurida, F. (2018). Sektor Unggulan dan Keterkaitan Spasial Ekonomi Antar Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Jurnal Analisis pembangunan ekonomi, 7 (3), 243-250. https://doi.org/10.15294/edaj.v7i3.25256
Gujarati, D. 1991. Ekonometrika Dasar. Jakarta: Erlangga
Hartono. (2007). Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta. Bandung: Citra Raya.
Hortikultura.pertanian.go.id/wp_content/uploads/2015/06/Bab II/pdf. Upload 15 Mei 2016.Janick, J. 1972. Horticultural Science. W.H. Freeman anf Co. San Francisco. 586 pp.
Juhandi & Purba (2021).
Jurnal sains matematika dan statistika, 6(2), 42-51. https://doi.org/10.24014/jsms.v6i2.10525
Kebijaksanaan Pengembangan Hortikultura di Indonesia dalam Pelita VI. Seminar dan Konggres PERHORTI. Malang 20-21 Nopember 1993. 13 pp.
Klau, A. D., Taena, W., Kase, M. S., Blegur, F. A. A., & Afoan, F. (2023). Analisis Tingkat Perkembangan Wilayah dan Pola Spasial Sub Sektor Pertanian Hortikultura di Pulau Timor Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ilmiah Membangun Desa Dan Pertanian, 8(4), 136-145.
Klau, A. D., & Hidayah, U. (2023). Mapping Analysis of Leading Commodities Based on Food Crops in Malaka Regency. AGRIEKONOMIKA, 12(2), 193-204.
Kuncoro, Mudrajad. (2012). Perencanaan Derah : Bagaimana Membangun Ekonomi Lokal, Kota, dan Kawasan, Jakarta: Salemba Empat.
Kosfeld, R. 2006. Spatial Econometrics. https://www.uni- kassel.de/fb07/fileadmin/datas/fb07/5Intitute/IVWL/Kosfeld/lehre/spatial/SpatialEconometrics1.pdf.
Kementan. (2018). Statistik Pertanian 2018.
Listyawan. (2015). Analisis Autokorelasi Spasial Menggunakan Indeks Moran's Untuk Identifikasi Pola Dan Penyebaran Penyakit Diare Di Kabupaten Sleman.
Lee J, Wong D.W.S. (2001). Statistical Analysis Arc View GIS. New York: John Wiley & Sons, Inc.
Mahmuddin. 2013. “Paradigma Pembangunan Pertanian: Pertanian Berkelanjutan Berbasis Petani Dalam Perspektif Sosiologis.”: 59-76.
Mufriantie & Feriady. (2014).
Nisa, EK (2017). Identifikasi Pola spasial dan autokorelasi spasial padaindeks pembangunan manusia provinsi papua barat tahun 2012. At-Taqaddum, 9(2), 202-226. https://doi.org/10.21580/at.v9i2.1914
Priyadi, U., & Atmadji, E. (2017). Identifikasi Pusat Pertumbuhan Dan Wilayah Pedalaman Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Inovasi Dan Kewirausahaan Asia (AJIE), 2(2), 193-219. https://journal.uii.ac.id/ajie/article/view/8211
Pratiwi, Maria Christina Yuli and Kuncoro, Mudrajad (2016) "Analisis Pusat Pertumbuhan dan Autokorelasi Spasial di Kalimantan: Studi Empiris di 55 Kabupaten/Kota, 2000–2012," Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia : Vol. 16: No. 2, Article 1. DOI: 10.21002/jepi.v16i2.01 Available at: https://scholarhub.ui.ac.id/jepi/vol16/iss2/1
Rustiadi, Ernan, dkk. 2011. Perencanaan Dan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesa..
Solahuddin, 2015. Penajaman Strategi dan Kebijakan Pembangunan Pertanian Dalam Rangka Memperkokoh Sistem Pertanian Nasional. Gerakan Terpadu Peduli Pertanian, Undip Semarang. 21 pp.
Simatauw, A., Sediyono, E., dan Prasetyo, S. Y. J. (2019). Autokorelasi Spasial Untuk Analisis Pola Pengawasan Kawasan Lindung Di Kota Ambon Maluku. Teknika, 8(1), 36–43. https://doi.org/10.34148/teknika.v8i1.144.
Tarigan, R. (2005). Perencanaan Pembangunan Wilayah (Revisi). PT. Bumi Aksara.
Tarigan, R. (2006). Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi Edisi Revisi: Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Utoyo, B. (2007). Geografi: Membuka Cakrawala Dunia. Bandung: PT. Setia Purna Inves.
Wuryandari, dkk 2014. Identifikasi Autokorelasi Spasial Pada Jumlah Pengangguran Di Jawa Tengah Menggunakan Indeks Moran. Media Statistika, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.14710/medstat.7.1.1-10.
Zulkarnain. (2014). Dasar-dasar Hortikultura. PT Bumi Aksara.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

2.png)











