Implementasi Pembangunan Pertanian Di Era Otonomi Desa (Studi Kasus Desa Pucung Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan)

Authors

  • Fadia Ashila Zahra UIN K.H ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN
  • Farida Rohmah Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.32938/jep.v8i01.5722

Keywords:

Implementasi, Pembangunan Pertanian, Otonomi Desa

Abstract

Penelitian in tentang pendeskripsian mengenai implementasi pembangunan pertanian di era otonomi desa dengan pengalokasian dana desa yang sesuai dengan peraturan untuk digunakan sebagai pembangunan pertanian di Desa Pucung Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, selain itu, penelitian ini juga sebagai identifikasi faktor yang dapat mempengaruhi implementasi pembangunan desa dengan ketentuan otonomi Desa Pucung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, untuk membuahkan gambaran permasalahan pertanian yang terjadi pada Desa Pucung pada tahun 2019 sampai 2021. Penelitian ini menggunakan indikator kebijakan, kegiatan penyuluhan dan pelatihan, adanya pasar permintaan hasil-hasil pertanian, paket teknologi, kredit usaha, kegiatan pengembangan pembangunan serta pemeliharaan sarana prasarana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah tingkat kabupaten maupun desa memberikan prtisipasi indikator tersebut dengan bantuan dari Alokasi Dana Desa dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah melaui badan usaha seperti BUMDes Sumber Makmur Desa Pucung serta Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tirto.

References

Arham, I., Sjaf, S., & Darusman, D. (2019). Strategi Pembangunan Pertanian Berkelanjutan di Pedesaan Berbasis Citra Drone (Studi Kasus Desa Sukadamai Kabupaten Bogor). Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(2), 245. https://doi.org/10.14710/jil.17.2.245-255

Dumasari, D. (2020). Pembangunan Pertanian Mendahulukan yang Tertinggal. Pustaka Pelajar, 1–183.

Klau, A. D., Rustiadi, E., & Siregar, H. (2019). Analisis Pengembangan Kawasan Agropolitan Berbasis Tanaman Pangan Di Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur. Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah Dan Perdesaan), 3(3), 172–179.

Mani, S. Al, & Trimo, L. (2021). Faktor Pendorong Dan Penghambat Pembangunan Wisata Edukasi Pertanian Di Balai Benih Hortikultura Kabupaten Garut. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(1), 973. https://doi.org/10.25157/ma.v7i1.4898

Mayrowani, H. (2012). The Development of Organic Agriculture in Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 30(2), 91–108.

Noor, M. (2011). Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ilmiah CIVIS, 1(2), 88. https://doi.org/10.2307/257670.Poerwanto.

Setyowati, N. (2012). Analisis peran sektor pertanian di kabupaten sukoharjo. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 8(2).

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&DSugiyono. 2013. “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D.” Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D. https://doi.org/10.1. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, Dan R&D.

Downloads

Published

2026-06-03